fmpsnews.com, MANADO – Proses rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan yang digelar di Polresta Manado berlangsung dramatis dan penuh ketegangan. Tangis histeris keluarga korban pecah, bahkan suasana sempat memanas ketika dua tersangka berinisial JM dan MD selesai memperagakan puluhan adegan terkait peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Rekonstruksi yang dilaksanakan penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Manado tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penyidikan guna mencocokkan keterangan para tersangka dengan fakta dan bukti yang telah dikumpulkan penyidik.
Di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian, kedua tersangka memperagakan sebanyak 50 adegan, mulai dari rangkaian awal peristiwa, terjadinya cekcok, hingga dugaan penganiayaan yang berujung pada meninggalnya korban di sebuah kamar kos.
Ketegangan mencapai puncaknya setelah seluruh rangkaian rekonstruksi selesai. Ibu korban yang sejak awal mengikuti jalannya proses tersebut tak kuasa menahan duka dan amarah. Sambil menangis histeris, ia berusaha mendekati kedua tersangka yang hendak diamankan kembali oleh petugas.
Situasi kemudian semakin memanas ketika sejumlah anggota keluarga korban ikut terpancing emosi. Kondisi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran terjadinya aksi main hakim sendiri.
Namun, aparat kepolisian yang telah bersiaga langsung melakukan pengamanan dan mengendalikan situasi. Kedua tersangka segera diamankan sehingga potensi bentrokan dapat dicegah dan keadaan kembali kondusif.
Di tengah duka mendalam, keluarga korban berharap proses hukum terhadap perkara tersebut dapat berjalan secara profesional, transparan, dan tanpa kompromi. Mereka meminta agar para pihak yang terbukti bersalah diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami hanya meminta keadilan bagi anak kami. Terapkan pasal yang seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya karena mereka telah menghilangkan nyawa anak kami,” ungkap orang tua korban.
Meski sempat diwarnai ketegangan dan luapan emosi keluarga korban, seluruh rangkaian rekonstruksi akhirnya dapat diselesaikan dalam keadaan aman dan terkendali.
Hasil rekonstruksi tersebut selanjutnya akan menjadi bagian dari proses penyidikan untuk melengkapi berkas perkara sebelum memasuki tahapan hukum berikutnya.
Kasus ini menjadi perhatian publik. Masyarakat kini menantikan pengungkapan fakta secara menyeluruh serta proses penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan.
Tim FMPSNEWS.com






