JAKARTA, 31 Agustus 2026 – Pimpinan Pesantren Yatim Cahaya Madinah, Ustadz H. Endang Husna Hadiawam bersama Ibu Hj. Arbiyah Mahfudz, mengadakan doa bersama untuk mendoakan Dr. H. Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha, S.H., M.H., M.Sc., dalam rangka pencalonannya sebagai Jaksa Agung Republik Indonesia.
Kegiatan doa bersama tersebut berlangsung di Jakarta pada Senin (31/8/2026). Doa dipanjatkan sebagai bentuk dukungan moral sekaligus harapan agar setiap proses yang dijalani Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha diberikan kelancaran dan kemudahan.
Dalam suasana penuh kekhidmatan, keluarga besar Pesantren Yatim Cahaya Madinah mendoakan agar Tjokorda senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta keteguhan dalam menjalankan setiap amanah yang dipercayakan kepadanya.
Ustadz H. Endang Husna Hadiawam menyampaikan bahwa doa merupakan bagian penting dalam memberikan dukungan kepada seseorang yang tengah menjalani proses untuk mengemban sebuah tanggung jawab besar.
Menurutnya, jabatan publik harus selalu diiringi dengan niat pengabdian dan tanggung jawab kepada masyarakat.
Sementara itu, Ibu Hj. Arbiyah Mahfudz turut menyampaikan harapan agar proses pencalonan tersebut berjalan dengan baik serta menghasilkan keputusan terbaik bagi bangsa dan negara.
Dukungan yang diberikan lebih ditekankan sebagai doa dan harapan agar Indonesia mendapatkan sosok pemimpin penegakan hukum yang mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Doa bersama tersebut juga menjadi momentum bagi keluarga besar pesantren untuk mengingat pentingnya penegakan hukum yang berkeadilan.
Kejaksaan sebagai salah satu institusi penegak hukum memiliki peran strategis dalam menjaga kepastian hukum serta memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.
Para peserta berharap, siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah untuk memimpin Kejaksaan Agung dapat menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, serta mengutamakan kepentingan bangsa dan masyarakat.
Untuk Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha, doa yang dipanjatkan diharapkan menjadi penyemangat dalam menjalani seluruh proses pencalonan.
Dukungan moral tersebut juga menjadi bagian dari harapan masyarakat agar kepemimpinan di bidang penegakan hukum terus diperkuat.
Pimpinan Pesantren Yatim Cahaya Madinah menegaskan bahwa doa bersama bukan merupakan penentu hasil dari proses pencalonan, melainkan bentuk ikhtiar batin dan ungkapan harapan agar setiap tahapan dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan dilaksanakannya doa bersama ini, keluarga besar Pesantren Yatim Cahaya Madinah berharap proses pencalonan Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha sebagai calon Jaksa Agung dapat berjalan lancar.
Mereka juga berharap keputusan akhir nantinya menjadi pilihan terbaik demi memperkuat penegakan hukum dan keadilan di Indonesia.
Red/Tim







