Beranda / Uncategorized / Isu Pergantian Pimpinan Unsrat Beredar di WhatsApp, Prof. Jamaluddin Jompa Dikabarkan Jadi Plt. Rektor

Isu Pergantian Pimpinan Unsrat Beredar di WhatsApp, Prof. Jamaluddin Jompa Dikabarkan Jadi Plt. Rektor

MANADO – Informasi mengenai pergantian kepemimpinan di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado beredar luas melalui berbagai grup WhatsApp pada Rabu (5/8/2026). Dalam informasi tersebut disebutkan bahwa mulai efektif pukul 00.00 WITA, kepemimpinan Unsrat beralih sementara kepada Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor.

Berdasarkan informasi yang beredar, Prof. Jamaluddin Jompa disebut menggantikan Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng., IPU., ASEAN.Eng. untuk memimpin Unsrat selama masa transisi. Diketahui, Prof. Jamaluddin Jompa saat ini menjabat sebagai Rektor Universitas Hasanuddin periode 2026–2030.

Penunjukan tersebut dikabarkan bersifat sementara dengan tujuan menjaga kesinambungan tata kelola universitas, memastikan seluruh aktivitas akademik tetap berjalan normal, serta mempersiapkan tahapan menuju pemilihan rektor definitif.

Sejumlah agenda yang berkembang di lingkungan kampus menyebutkan bahwa proses Pemilihan Rektor (Pilrek) Unsrat diperkirakan akan berlangsung pada Oktober 2026. Selama masa transisi, kepemimpinan sementara diharapkan mampu menjaga stabilitas kelembagaan, menjamin pelayanan kepada mahasiswa, serta memastikan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi—meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—beserta seluruh administrasi kampus tetap berjalan tanpa hambatan.

Selain itu, keberadaan Plt. Rektor diharapkan dapat menciptakan iklim akademik yang kondusif sehingga seluruh tahapan menuju pemilihan rektor definitif berlangsung secara tertib, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Bagi sivitas akademika Unsrat, masa transisi ini dinilai menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan mengedepankan kepentingan institusi di atas berbagai perbedaan pandangan. Stabilitas kampus juga dipandang sebagai faktor penting dalam menjaga keberlangsungan proses demokrasi di lingkungan perguruan tinggi tanpa mengganggu hak mahasiswa maupun pelaksanaan tugas dosen dan tenaga kependidikan.

Namun demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pengumuman maupun keterangan resmi yang dapat diverifikasi dari pihak Universitas Sam Ratulangi maupun Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terkait informasi pergantian kepemimpinan tersebut. Oleh karena itu, informasi yang beredar masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak yang berwenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *