KOTAMOBAGU, 11 AGUSTUS 2026 — Di tengah duka mendalam akibat tragedi kecelakaan dalam ajang drag race di Kota Kotamobagu yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Utara (Sulut), Berty Togas, mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri dan tidak terburu-buru menyalahkan pihak tertentu.
Berty menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan. Menurutnya, tragedi tersebut telah meninggalkan luka yang tidak mudah bagi keluarga yang kehilangan orang-orang terkasih.
“Turut berdukacita yang sedalam-dalamnya kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Semoga mereka yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga diberikan kekuatan serta ketabahan,” ungkap Berty.
Ia menilai, dalam situasi seperti saat ini, hal yang paling penting bukan membangun opini untuk menentukan siapa yang harus disalahkan, melainkan memastikan para korban mendapatkan perhatian serta keluarga korban memperoleh dukungan dan pendampingan.
Karena itu, Berty meminta masyarakat tidak menjadikan TIDAR Sulut sebagai sasaran tudingan sebelum adanya fakta dan hasil penyidikan dari aparat penegak hukum.
Ia mengajak seluruh pihak memberikan ruang kepada kepolisian untuk menjalankan proses penyelidikan dan penyidikan secara objektif.
“Jangan kita saling menyalahkan. Mari kita percayakan semuanya kepada pihak kepolisian. Biarkan penyidikan berjalan untuk mengungkap bagaimana peristiwa ini terjadi dan siapa yang harus bertanggung jawab,” tegasnya.
Menurut Berty, setiap kesimpulan mengenai penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab harus didasarkan pada fakta dan hasil penyidikan, bukan pada asumsi maupun informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
“Kalau memang ada pihak yang harus bertanggung jawab, tentu harus diproses sesuai hukum. Tetapi jangan kita mendahului hasil penyidikan,” ujarnya.
Berty yang diketahui pernah menjabat sebagai Wakil Ketua IMI Sulut selama dua periode tersebut juga mengimbau masyarakat agar tidak memperkeruh suasana dengan saling menyerang, terlebih ketika keluarga korban masih berada dalam suasana duka.
Menurutnya, tragedi tersebut seharusnya menjadi momentum bagi semua pihak untuk menunjukkan empati, kepedulian, dan kemanusiaan.
“Ada keluarga yang sedang kehilangan. Ada korban yang sedang berjuang untuk pulih. Mereka membutuhkan dukungan kita, bukan pertengkaran atau saling menyalahkan,” katanya.
Berty juga berharap seluruh pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan drag race tersebut dapat bersikap kooperatif dan memberikan keterangan maupun informasi yang dibutuhkan aparat kepolisian dalam proses penyidikan.
Ia menegaskan bahwa proses hukum harus diberikan ruang untuk berjalan secara objektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Di tengah sorotan terhadap TIDAR Sulut, Berty kembali mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan vonis berdasarkan opini yang belum teruji kebenarannya.
“Jangan menghukum seseorang atau organisasi hanya berdasarkan apa yang kita dengar. Hormati proses hukum. Kita tunggu hasil penyidikan kepolisian,” tuturnya.
Bagi Berty, di tengah tragedi seperti ini, terdapat hal yang jauh lebih penting daripada perdebatan dan saling menyalahkan, yakni memastikan para korban yang terluka mendapatkan perhatian dan keluarga yang kehilangan tidak merasa menghadapi masa sulit tersebut seorang diri.
“Sebab, ketika sebuah keluarga kehilangan orang yang mereka cintai, terkadang mereka tidak membutuhkan banyak kata. Mereka hanya membutuhkan seseorang yang datang, menggenggam tangan mereka dan berkata: Kami ada di sini. Mari kita lewati ini bersama,” ujarnya.
Di tengah duka akibat tragedi drag race Kotamobagu, Berty berharap pesan tersebut dapat menjadi sikap bersama seluruh elemen masyarakat: menahan diri, menghormati proses penyidikan, mengedepankan empati, serta tidak meninggalkan para korban dan keluarga mereka.








